Take 1
(dibacakan puisi tentang perihnya penderitaan
rakyat aceh dimasa penjajahan. Sambil dibacakan puisi, para rakyat sedang
melakukan kerja paksa)
(setelah itu mereka dikumpulkan, para
kape-kape penjajah sedang mencari-cari keberadaan cut dara. Peminpin daerah
aceh selatan)
Mahfud :
(bertanya kepada semua tawanan) where is cut dara!!??? (membentak-bentak)
Semua tawanan :
(bungkam dan ketakutan)
Mahfud :
(ke ibu hamil) meem, did you know “where she is??!!”
Roda :
(menggeleng ketakutan)
Mahfud :
(membentak) dimana cut dara!!??
Roda :
(ketakutan. Tetap tidak mau bilang) kamu tau artinya itu. (tembak ibu hamil)
Ekky dan rika :
(panik, melihat roda yang hampir mati)
Mahfud :
bawa dia!! Dan temukan cut dara!!!
Ekky dan rika :
(panik, kemudian membawa pulang)
Take 2
(malam hari. Ekky dan rika bersusah payah
membawa roda yang hampir mati kekediaman cut dara.)
Rika :
pohh cut (teriak-teriak hampir nangis)
Ekky :
poh cut (teriak, panih, bopong si roda)
Aulia :
masyaALLAH. Tameng nyak. (membantu membopong roda)
(duduk diatas tikar. Membaringkan roda
kemudian mengelap darah tembakan)
Rika :
poh cut. Kape-kape penjajah sudah keterlaluan!!
Aulia :
kiban nyo, kok bisa dia tertembak??
Ekky :
kami semua dipaksa untuk mengatakan keberadaan poh cut, dan pada akhirnya roda
ditembak.
Rika :
roda!! Roda!!! Kiban poh cut. Dia bisa mati
Roda :
(mengap-mengap kayak orang mau mati) poh cut harus membalaskan dendam rakyat
aceh.
Take 3
Narasi :
setelah rakyatku mati satu persatu, aku tidak mungkin menyembunyikan diri dari
kape-kape penjajah yang sangat menginginkan tanah aceh. Kini mereka semua telah
tau keberadaanku.
Take 4
(kape-kape sedang mencoba menyusup kekediaman
cut dara. Kemudian mereka meracuni sumurnya.)
Aulia : (meminum air yang ada
disumur kemudian keracunan dan pingsan)
Take 5
(cut dara sudah diikat dan disekap dibesecame
kape-kape penjajah.)
Aulia :
(sempoyongan. Belom sadar)
Mahfud :
(mencabut plaster mulutnya dengan kasar)
Aulia :
(masih setengah sadar)
Suci :
(menyadarkannya dengan menamparnya)
Suci :
(logat english) hei dara. Katakan dimana hasil bumi aceh disembunyakan??!!
Aulia :
(bengkam. Menatap saja)
Suci :
(berteriak) cambuk dia!!
Mahfud :
(cambuk berkali-kali)
Suci :
(menjambak rambut aulia) mengaku kalahlah you !! serahkan bumi aceh kepada I!!
And you akan mati dengan tenang
Aulia :
(menatap sambil menahan tangis) aku bersumpah tidak akan memberikan tanah ini
kepada kape-kape hina seperti kalian!!
Suci :
(geram) cambuk dia!!! Cambuk sampai ia mau mengatakannya!!
Mahfud :
(cambuk-cambuk-cambuk)
Aulia ;
(teriak sejadi-jadinya)
Suci :
(memberikan tanda stop. Memegang mulut) you masih tidak mau mengakatakannya!!
Dimana you and rakyat you menembunyikannya!!!!
Aulia :
aku bahkan rela mati demi negri nanggroe (meludahinya)
Suci :
aaaaa!!! (mengelap) aceh akan I hancurkan!! Dan ini semua sebab you (menendang
kursi)
Take 6
(musik perang-perang gitu deh. Musik bom-bom.
Ntahlah sejenisnyalah.... cut dara masih terkulai dan tak tau keadaan diluar.
Kemudian ekky dan rika datang menyusup)
Rika :
poh cut (terkejut melihat keadaan poh cut)
Ekky :
astagfirullah ala’zim poh cut
Aulia :
(mencoba bangun. Lalu terjatuh lagi)
Ekky :
(melepaskan ikatan)
Aulia :
apa yang kalian lakukan (menahan kesakitan)
Rika :
poh cut, (mengeluh) poh cut harus cepat-cepat keluar. Poh cut harus lihat
keadaan bumi aceh
Ekky :
bumi aceh hancur poh cut.. bagaimana ini pon cut?? Tentara kita makin
berkurang, persediaan makanan juga menipis. Dan perempuan-perempuan tua juga
dipaksa bekerja oleh kape-kape penjajah itu.
Aulia :
(terkejut)
Rika :
kiban poh cut?? Kita harus menuntut hak kita!!
Aulia :
baiklah. Besok suboh aku tunggu kalian dikaki bukit untuk syahid bersamaku.
Take 7
(panggung telah diberi properti
porak-poranda.)
Para pejuang aceh dan cut dara berkumpul
Aulia :
hanya satu pilihan. Kolonel itu, atau aku yang dikubur disini!!
Para pejuang :
allahhuakbar!!!
(Mahfud dengan ekky pukul-pukulan dulu)
Suci :
(menembak roda. Roda udah bukan ibu hamil lagi, jadi pejuang wanita, nanti
bajunya diganti)
Rika :
(melihat roda ditembak dengan enaknya, geram kemudian segera menancapkan bambu
runcinyanya ke tubuh suci.)
Mahfud :
(melihat suci akan ditusuk, iya menembak rika. Namun hilang kendali akan ekky)
Ekky :
(mencari celah, kemudian menusuknya diperut)
Mahfud :
(kesakitan. Menatap suci,)
Suci :
ngggg!! (menembak ekky yang sedang berusaha bangun)
Ekky :
(jatuh terkulai)
Suci : (hilang kendali)
Aulia :
(menancapkan rencong ketubuh suci)
Suci-aulia :
(mengguling-guling. Saling bunuh. Kemudian diam)
Aulia :
(bangkit. Mencari bambu runcing)
Suci :
(mencoba mencari pistol)
Aulia :
(Mengikatkan bendera dan menancapkan ketubuh suci.) allahuakbar!!! (azan subuh.
Azan abis. Cut dara meninggal dengan tersenyum)
SEMOGA NASKAH INI BERMANFAAT, JUJUR SAYA BELUM PERNAH MENAMPILKANNYA DIMANAPUN :)
Poh cut ?
BalasHapusEmng gitu namanya