RED TAYLOR

RED TAYLOR

Jumat, 27 Desember 2013

Naskah teater "CUT DARA PEJUANG WANITA DARI ACEH"



Take 1
(dibacakan puisi tentang perihnya penderitaan rakyat aceh dimasa penjajahan. Sambil dibacakan puisi, para rakyat sedang melakukan kerja paksa)
(setelah itu mereka dikumpulkan, para kape-kape penjajah sedang mencari-cari keberadaan cut dara. Peminpin daerah aceh selatan)
Mahfud                       : (bertanya kepada semua tawanan) where is cut dara!!??? (membentak-bentak)
Semua tawanan           : (bungkam dan ketakutan)
Mahfud                       : (ke ibu hamil) meem, did you know “where she is??!!”
Roda                           : (menggeleng ketakutan)
Mahfud                       : (membentak) dimana cut dara!!??
Roda                           : (ketakutan. Tetap tidak mau bilang) kamu tau artinya itu. (tembak ibu hamil)
Ekky dan rika              : (panik, melihat roda yang hampir mati)
Mahfud                       : bawa dia!! Dan temukan cut dara!!!
Ekky dan rika              : (panik, kemudian membawa pulang)

Take 2
(malam hari. Ekky dan rika bersusah payah membawa roda yang hampir mati kekediaman cut dara.)
Rika                             : pohh cut (teriak-teriak hampir nangis)
Ekky                            : poh cut (teriak, panih, bopong si roda)
Aulia                           : masyaALLAH. Tameng nyak. (membantu membopong roda)
(duduk diatas tikar. Membaringkan roda kemudian mengelap darah tembakan)
Rika                             : poh cut. Kape-kape penjajah sudah keterlaluan!!
Aulia                           : kiban nyo, kok bisa dia tertembak??
Ekky                            : kami semua dipaksa untuk mengatakan keberadaan poh cut, dan pada akhirnya roda ditembak.
Rika                             : roda!! Roda!!! Kiban poh cut. Dia bisa mati
Roda                           : (mengap-mengap kayak orang mau mati) poh cut harus membalaskan dendam rakyat aceh.

Take 3
Narasi                          : setelah rakyatku mati satu persatu, aku tidak mungkin menyembunyikan diri dari kape-kape penjajah yang sangat menginginkan tanah aceh. Kini mereka semua telah tau keberadaanku.

Take 4
(kape-kape sedang mencoba menyusup kekediaman cut dara. Kemudian mereka meracuni sumurnya.)
Aulia                           : (meminum air yang ada disumur kemudian keracunan dan pingsan)

Take 5
(cut dara sudah diikat dan disekap dibesecame kape-kape penjajah.)
Aulia                           : (sempoyongan. Belom sadar)
Mahfud                       : (mencabut plaster mulutnya dengan kasar)
Aulia                           : (masih setengah sadar)
Suci                             : (menyadarkannya dengan menamparnya)
Suci                             : (logat english) hei dara. Katakan dimana hasil bumi aceh disembunyakan??!!
Aulia                           : (bengkam. Menatap saja)
Suci                             : (berteriak) cambuk dia!!
Mahfud                       : (cambuk berkali-kali)
Suci                             : (menjambak rambut aulia) mengaku kalahlah you !! serahkan bumi aceh kepada I!! And you akan mati dengan tenang
Aulia                           : (menatap sambil menahan tangis) aku bersumpah tidak akan memberikan tanah ini kepada kape-kape hina seperti kalian!!
Suci                             : (geram) cambuk dia!!! Cambuk sampai ia mau mengatakannya!!
Mahfud                       : (cambuk-cambuk-cambuk)
Aulia                           ; (teriak sejadi-jadinya)
Suci                             : (memberikan tanda stop. Memegang mulut) you masih tidak mau mengakatakannya!! Dimana you and rakyat you menembunyikannya!!!!
Aulia                           : aku bahkan rela mati demi negri nanggroe (meludahinya)
Suci                             : aaaaa!!! (mengelap) aceh akan I hancurkan!! Dan ini semua sebab you (menendang kursi)

Take 6
(musik perang-perang gitu deh. Musik bom-bom. Ntahlah sejenisnyalah.... cut dara masih terkulai dan tak tau keadaan diluar. Kemudian ekky dan rika datang menyusup)
Rika                             : poh cut (terkejut melihat keadaan poh cut)
Ekky                            : astagfirullah ala’zim poh cut
Aulia                           : (mencoba bangun. Lalu terjatuh lagi)
Ekky                            : (melepaskan ikatan)
Aulia                           : apa yang kalian lakukan (menahan kesakitan)
Rika                             : poh cut, (mengeluh) poh cut harus cepat-cepat keluar. Poh cut harus lihat keadaan bumi aceh
Ekky                            : bumi aceh hancur poh cut.. bagaimana ini pon cut?? Tentara kita makin berkurang, persediaan makanan juga menipis. Dan perempuan-perempuan tua juga dipaksa bekerja oleh kape-kape penjajah itu.
Aulia                           : (terkejut)
Rika                             : kiban poh cut?? Kita harus menuntut hak kita!!
Aulia                           : baiklah. Besok suboh aku tunggu kalian dikaki bukit untuk syahid bersamaku.

Take 7
(panggung telah diberi properti porak-poranda.)
Para pejuang aceh dan cut dara berkumpul
Aulia                           : hanya satu pilihan. Kolonel itu, atau aku yang dikubur disini!!
Para pejuang                : allahhuakbar!!!
(Mahfud dengan ekky pukul-pukulan dulu)
Suci                             : (menembak roda. Roda udah bukan ibu hamil lagi, jadi pejuang wanita, nanti bajunya diganti)
Rika                             : (melihat roda ditembak dengan enaknya, geram kemudian segera menancapkan bambu runcinyanya ke tubuh suci.)
Mahfud                       : (melihat suci akan ditusuk, iya menembak rika. Namun hilang kendali akan ekky)
Ekky                            : (mencari celah, kemudian menusuknya diperut)
Mahfud                       : (kesakitan. Menatap suci,)
Suci                             : ngggg!! (menembak ekky yang sedang berusaha bangun)
Ekky                            : (jatuh terkulai)
Suci                             : (hilang kendali)
Aulia                           : (menancapkan rencong ketubuh suci)
Suci-aulia                    : (mengguling-guling. Saling bunuh. Kemudian diam)
Aulia                           : (bangkit. Mencari bambu runcing)
Suci                             : (mencoba mencari pistol)
Aulia                           : (Mengikatkan bendera dan menancapkan ketubuh suci.) allahuakbar!!! (azan subuh. Azan abis. Cut dara meninggal dengan tersenyum)

SEMOGA NASKAH INI BERMANFAAT, JUJUR SAYA BELUM PERNAH MENAMPILKANNYA DIMANAPUN :)

1 komentar: