RED TAYLOR

RED TAYLOR

Jumat, 27 Desember 2013

EX. Raaper SMA Negri 1



BIREUEN PUNYA KREASI :)

       LIL O DAN DOUBLE V, begitu nama group raaper bireuen itu di kenal. Lil o yang berarti oji ramadhan dan double  yang berarti vandi valevi. Cowok yang sama-sama mempunyai hobby menyanyi ini mengaku lebih menyukai musik nge-raap dari pada hip-hop , rege, atau jass.hobby ini ditekuni mereka sejak SMP. Tak ada guru khusus yang mengajari mereka alias belajar sendiri(otodidak).
     “abang kan pindaham dari medan. Jadi di sana lagi nge-trennya musik raap. Pas di SMP Negri 1  ketemu sama oji, abang ajakin bikin group. “ tutur vandi yang memiliki cita-cita menjadi pengusaha. Yah, walaupun dari sekedar iseng-iseng buang tinta dikertas dan menyusun nada di komputer, pada akhirnya pun mereka cukup dikenal orang banyak.
     Kesuksesan emang gak mudah seperti membalikan telapak tangan, awalnya mereka hanya bisa merekam nada lewat komputer ,namun hasilnya tak memuaskan. Puloara, disanalah pertamakalinya mereka melakukan rekaman. Bisa dibilang nekat, karena biaya rekaman mereka tanggung dari kantong bersama.
     Sampai kemudian mereka bergabung di komunitas batee kureng family yang bertepatan di atche coffie shop. Dimana tempat perkumpulan remaja bireun yang memiliki bakat dibidang seni. Group yang dibawahi oleh manager getsu studio ini sudah memiliki tiga single andalan yang berjudul semoga sadar, nasib gak sekolah, dan hip hop hu.
     “niat kami bukan ingin tenar atau memiliki banyak uang. Namun kami ingin membuktikan bahwa bireuen punya kreasi dan bisa dibanggakan. Serta untuk menghibur orang banyak. Hehe” tegas cowok yang  sering disapa bang wen ini.
     Mereka biasanya mendapat inspirasi dari kawan-kawan untuk membuat lagu. Nge-raap bukan hanya bernyanyi dengan cepat, namun juga harus memiliki karakteristik vokal dan nafas yang kuat. Artikulasi dalam bernyanyi inilah yang sangat di utamakan. Karena penyampaian lagu yang begitu cepat akan menyulitkan pendengar untuk memahami apa yang sedang disampaikan oleh sang raaper, maka pelafalannya harus jelas. Dalam menyusun lirik pun tak semudah membuat puisi bebas. Karena disetiap baris harus berrima dan memiliki makna yang sama.
     Makin menjamurnya musik raap di kalangan remaja bireun tak pernah membuat mereka merasa tersaingi, karena niat awal mereka bukanlah mencari keuntungan pribadi. Orang tua pun mendukung hobby merekan asalkan masih dibidang yang positif dan tak menganggu waktu belajar.
     “kami sih berharap agar group kami makin solid dan makin bersinar bukan hanya se-kab bireuen namum sampai se-profinsi nanggroe aceh darussalam, atau bahkan se-tenar justin. Amiiiiiin” ucap vandi yang mengundang gelak tawa kami disaat wawancara.haha...
     Harapan mereka untuk raaper bireuen teruslah berkarya. Karya itu mahal. Dan berkaryalah sebaik-baik mungkin, jangan sampai menjatuhkan nama bireun dengan karya yang asal-asalan. Dan kalau bisa buatlah karya yang berkelas sikit.
“hip hop arena bebas tanpa batas” tutup oji. (aulia chintia ambarita)

KALO YG INI UDAH LAMA BGT AKU TULIS GUYS, KELAS 1 SMA PAS PERTAMA KALI MASUK REDAKSI, TAPI GAK JADI TERBIT MAJALAHNYA, JADI AKU OPER KESINI DEH, SORI YAH BANG OJI :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar