BIREUEN PUNYA KREASI :)
LIL
O DAN DOUBLE V, begitu nama group raaper bireuen itu di kenal. Lil o yang
berarti oji ramadhan dan double yang
berarti vandi valevi. Cowok yang sama-sama mempunyai hobby menyanyi ini mengaku
lebih menyukai musik nge-raap dari
pada hip-hop , rege, atau jass.hobby ini ditekuni mereka sejak SMP. Tak ada
guru khusus yang mengajari mereka alias belajar sendiri(otodidak).
“abang kan pindaham dari medan. Jadi di
sana lagi nge-trennya musik raap. Pas di SMP Negri 1 ketemu sama oji, abang ajakin bikin group. “
tutur vandi yang memiliki cita-cita menjadi pengusaha. Yah, walaupun dari
sekedar iseng-iseng buang tinta dikertas dan menyusun nada di komputer, pada
akhirnya pun mereka cukup dikenal orang banyak.
Kesuksesan emang gak mudah seperti
membalikan telapak tangan, awalnya mereka hanya bisa merekam nada lewat
komputer ,namun hasilnya tak memuaskan. Puloara, disanalah pertamakalinya
mereka melakukan rekaman. Bisa dibilang nekat, karena biaya rekaman mereka
tanggung dari kantong bersama.
Sampai kemudian mereka bergabung di
komunitas batee kureng family yang bertepatan di atche coffie shop. Dimana
tempat perkumpulan remaja bireun yang memiliki bakat dibidang seni. Group yang
dibawahi oleh manager getsu studio ini sudah memiliki tiga single andalan yang
berjudul semoga sadar, nasib gak sekolah, dan hip hop hu.
“niat kami bukan ingin tenar atau memiliki
banyak uang. Namun kami ingin membuktikan bahwa bireuen punya kreasi dan bisa
dibanggakan. Serta untuk menghibur orang banyak. Hehe” tegas cowok yang sering disapa bang wen ini.
Mereka biasanya mendapat inspirasi dari
kawan-kawan untuk membuat lagu. Nge-raap bukan hanya bernyanyi dengan cepat,
namun juga harus memiliki karakteristik vokal dan nafas yang kuat. Artikulasi
dalam bernyanyi inilah yang sangat di utamakan. Karena penyampaian lagu yang
begitu cepat akan menyulitkan pendengar untuk memahami apa yang sedang
disampaikan oleh sang raaper, maka pelafalannya harus jelas. Dalam menyusun
lirik pun tak semudah membuat puisi bebas. Karena disetiap baris harus berrima dan memiliki makna yang sama.
Makin menjamurnya musik raap di kalangan
remaja bireun tak pernah membuat mereka merasa tersaingi, karena niat awal
mereka bukanlah mencari keuntungan pribadi. Orang tua pun mendukung hobby
merekan asalkan masih dibidang yang positif dan tak menganggu waktu belajar.
“kami sih berharap agar group kami makin
solid dan makin bersinar bukan hanya se-kab bireuen namum sampai se-profinsi
nanggroe aceh darussalam, atau bahkan se-tenar justin. Amiiiiiin” ucap vandi
yang mengundang gelak tawa kami disaat wawancara.haha...
Harapan mereka untuk raaper bireuen
teruslah berkarya. Karya itu mahal. Dan berkaryalah sebaik-baik mungkin, jangan
sampai menjatuhkan nama bireun dengan karya yang asal-asalan. Dan kalau bisa
buatlah karya yang berkelas sikit.
“hip hop
arena bebas tanpa batas” tutup oji. (aulia chintia ambarita)
KALO YG INI UDAH LAMA BGT AKU TULIS GUYS, KELAS 1 SMA PAS PERTAMA KALI MASUK REDAKSI, TAPI GAK JADI TERBIT MAJALAHNYA, JADI AKU OPER KESINI DEH, SORI YAH BANG OJI :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar