RED TAYLOR

RED TAYLOR

Sabtu, 28 Desember 2013

AKU DAN DIA "eps. 1"



Pagi ini aku bertemu dengannya kembali. Tapi kali ini berbeda, dia tidak membawa sepeda motor fixien hitamnya melainkan hanya honda matic berwarna putih. Aku tidak terlalu perhatian dengan mereknya, yang jelas itu matic. seperti hari-hari sebelumnya, aku selalu menunggu angkutan umum diperempatan jalan itu, dan aku selalu bertemu dengan dirinya yang sedang menyebrang dari arah yang berlawanan. Terkadang ia melihatku. Ahh.. mungkin saja bukan diriku. Namun yang pasti aku melihatnya (dari jauh). Setelah polisi memberikan jalan untuk dia menyebrang kemudian ia lewat disampingku, dan aku memalingkan muka (lagi). Aku terlalu takut kalo mata kita bertemu. Haha.. sangat dramatis. Tapi memang itu kenyataannya. Dia adalah cowok pertama yang mencuri hatiku semenjak masuk ke SMA, dan sampai sekarang!!... Menurutku grogi dan salting didepannya adalah ukuran yang normal.

Waktu berlalu dan kemudian angkotku datang, aku masuk dan duduk dengan manis. Aku tak terlalu peduli dengan keadaan diluar saat aku telah berada didalam angkot itu. namun kali ini berbeda, angkotku menyalip sepasang sepeda motor yang sedang bergandengan, saat aku melihat orang yang menggendarai sepeda motor itu, Itu DIA... aku melihatnya dan dia melihatku dengan sisa senyuman manisnya. Kalian mengerti kan maksudnya sisa senyuman?? Biarku jelaskan, dia sedang tertawa dengan kawannya dan tidak sengaja melihat ke arahku, namun senyuman dibibirnya masih tersimpul, kemudian dia berbaik ke arah kawannya kembali. Yah.. ntah apa namanya itu, aku menyebutnya sebagai “sisa senyuman”

Setelah sisa senyuman itu, aku benar-benar kesulitan bernapas. Aku tau.. ini sangat sangat dramatis. Tapi memang fakta lapangan membuktikannya!. Inilah yang aku takutkan apabila sama-sama “berpandangan”  mungkin dia hanya menganggap itu biasa, namun aku TIDAK BIASA!!

Terkadang aku ingin duduk dibelakangnya dan mendengar gelak tawanya. JUJUR!! Aku tidak pernah mendengar suaranya. Aku juga tidak tau pasti siapa namanya. Aku hanya tau nama panggilannya yaitu Fajar, sepeda motornya, beserta helmnya. Ahh.. kelasnya!! Kalau tidak salah dia anak IPA E. Entahlah... aku tak mau terlalu terburu-buru. Untuk sampai saat ini aku hanya ingin melihatnya dari jauh.

Suatu saat nanti pasti akan ada waktu yang tepat untuk dia tau bagaimana perasaanku selama ini. Tapi bukan sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar