Pagi ini aku bertemu
dengannya kembali. Tapi kali ini berbeda, dia tidak membawa sepeda motor fixien
hitamnya melainkan hanya honda matic berwarna putih. Aku tidak terlalu
perhatian dengan mereknya, yang jelas itu matic. seperti hari-hari sebelumnya,
aku selalu menunggu angkutan umum diperempatan jalan itu, dan aku selalu
bertemu dengan dirinya yang sedang menyebrang dari arah yang berlawanan.
Terkadang ia melihatku. Ahh.. mungkin saja bukan diriku. Namun yang pasti aku
melihatnya (dari jauh). Setelah polisi memberikan jalan untuk dia menyebrang
kemudian ia lewat disampingku, dan aku memalingkan muka (lagi). Aku terlalu
takut kalo mata kita bertemu. Haha.. sangat dramatis. Tapi memang itu
kenyataannya. Dia adalah cowok pertama yang mencuri hatiku semenjak masuk ke
SMA, dan sampai sekarang!!... Menurutku grogi dan salting didepannya adalah
ukuran yang normal.
Waktu berlalu dan kemudian
angkotku datang, aku masuk dan duduk dengan manis. Aku tak terlalu peduli
dengan keadaan diluar saat aku telah berada didalam angkot itu. namun kali ini
berbeda, angkotku menyalip sepasang sepeda motor yang sedang bergandengan, saat
aku melihat orang yang menggendarai sepeda motor itu, Itu DIA... aku melihatnya dan dia melihatku dengan sisa senyuman manisnya.
Kalian mengerti kan maksudnya sisa senyuman?? Biarku jelaskan, dia sedang
tertawa dengan kawannya dan tidak sengaja melihat ke arahku, namun senyuman
dibibirnya masih tersimpul, kemudian dia berbaik ke arah kawannya kembali.
Yah.. ntah apa namanya itu, aku menyebutnya sebagai “sisa senyuman”
Setelah sisa senyuman itu,
aku benar-benar kesulitan bernapas. Aku tau.. ini sangat sangat dramatis. Tapi
memang fakta lapangan membuktikannya!. Inilah yang aku takutkan apabila sama-sama
“berpandangan” mungkin dia hanya
menganggap itu biasa, namun aku TIDAK BIASA!!
Terkadang aku ingin duduk
dibelakangnya dan mendengar gelak tawanya. JUJUR!! Aku tidak pernah mendengar
suaranya. Aku juga tidak tau pasti siapa namanya. Aku hanya tau nama
panggilannya yaitu Fajar, sepeda motornya, beserta helmnya. Ahh.. kelasnya!! Kalau tidak
salah dia anak IPA E. Entahlah... aku tak mau terlalu terburu-buru. Untuk
sampai saat ini aku hanya ingin melihatnya dari jauh.
Suatu saat nanti pasti akan ada waktu yang
tepat untuk dia tau bagaimana perasaanku selama ini. Tapi bukan sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar