Act 6
Dua bulan kemudian. Diluar jam sekolah. (aulia dengan jerry
sedang jalan berdua)
Aulia :
apa kamu pikir kita akan bertahan sampai akhir? Kalau kamu bisa, aku harus
bisa. (centil-centil)
Jerry :
(tetep cool.)
Aulia :
my beloved, apa kamu mau minum? Tungggu sebentar. Akanku belikan.
(ngeloyor pergi)
(Jerry kemudian bertemu dengan anggia yan sedang duduk di
taman)
Jerry :
hey, boleh aku duduk?
anggia : ya.. (pandangan tetap
lurus)
Jerry :
apa kamu pikir kita akan bertahan sampai akhir?
Anggia :
entahlah. Aku pokoknya harus tetap bertahan. Bagaimanapun juga, ibuku mungkin
akan berubah bila aku bisa sukses. Kamu sendiri yakin akan bertahan?
jerry : yang aku miliki
hanya nenek. Dan ia sangat ingin aku masuk UI, kalau bukan karena itu aku pasti
sudah keluar dari dulu.
Anggia :
kita semua punya banyak alasan untuk terus tetap bertahan
(abis itu Jerry dan anggia mulai ngelucu, tertawa, pokoknya
carelah)
Aulia :
(melihat mereka dari jauh) ..
dia tertawa, jerry tertawa bersama anggia. (backsound musik sedih)*naugty kiss
OST
Act 7
Pelajaran bahasa inggris dimulai.
Dian :
(ibu dian tetap mengajar, walaupun anak-anak masih saja ribut) ibu sungguh
tidak mengerti kenapa kalian tidak pernah peduli dengan pelajaran bahasa
inggris. Ibu ingin mengajar kalian seperti pak riski berikan, namun saat ibu
melihat kalian belajar MTK, wajah kalian tertekan. Ibu tidak ingin kalian
seperti itu
Raida :
kami rasa ibu tidak memiliki kemampuan khusus untuk mengajar kami. Tidak
seperti pak riski
Ayu : bukan,
ibu terlalu baik
Dian :
kalian ingin ibu digantikan?
Anggia :
tidak. Sungguh, ibu adalah wali kelas kami yang paling pengertian. Kamii..kamii
(terpotong)
jerry : ganti saja. Tolong
ganti cara mengajar ibu.
Dian :
jadi ada yang salah dari cara mengajar ibu?
Aulia :
ibu tidak bisa menilai diri ibu sendiri, tapi orang lainlah yang menilainya.
Kami semua sangat sayang dengan ibu, namun bisakah ibu membuat bhs inggris
menjadi teman dekat kami? Ibu tau rasanya memiliki teman dekat? Itu
menyenangkan.
Dian :
baiklah. (terharu) ibu akan berusaha untuk mewujudkannya. Apa kalian suka
musik?
Anak-anak :
sukaaa!!!
Dian :
mari kita bernyanyi sekali saja, stand up please
Anak- anak :
(bernyanyi ..........) *backsound musik bhs inggris *
Act 8
Ketika semua penghuni kelas ke lapangan. Aulia mencoba untuk
curhat kepada ibu dian
Aulia :
ibu tau rasanya menjadi yang terbuang?
Dian :
apa maksudmu?
Aulia :
ibu tau knpa aulia berada disini. Bertahan sampai sejauh ini. Alasan mengapa
aulia mau masuk kelas khusus?
Dian :
ya?
Aulia :
2 tahun yang lalu, keluarga kami bercerai dan aulia menjadi sangat liar. Aulia
tak punya jalan lain selain ngedruk.
Malam itu dia dateng nyelametin aulia, dia datang untuk menarik aulia dari masa depan yang gelap. dan Dia mengubah segalanya menjadi
terang.
Dian :
lalu?
Aulia :
semenjak itulah aulia selalu berada disampingnya, mengekornya, karena dia juga aulia masuk kekelas khusus
Dian :apa
maksudmu menjadi yang terbuang?
Aulia : selama
ini dia tidak suka denganku, dia hanya kasihan
Dian :
dia itu jerry?
Aulia :
(mengalihkan pembicaraan) guru. Apa ibu telah menemukan caranya?
Dian :
hahaa... ujian nasional kalian hanya tinggal beberapa bulan lagi. jangan
salahkan ibu kalau kalian justru lelah nantinya. Kalian yang telah menantang
ibu.
Aulia :
hahahaa kami justru akan lebih senang,
Act 9
Kedua guru masuk kekelas
Anak-anak : pak
riski!!!
Riski :
(memukul meja) diam!!
anak-anak : bu dian!!
Dian :
(terharu)
Riski :
baiklah anak-anak ujian semester akhir tinggal seminggu lagi. syarat agar
kalian agar diterima di universitas UI, kalian harus memiliki nilai sempurna
disemster ini
Ayu :
sempurna??
Dian :
yup benar. Jika nilai kalian jelek, maka kelas khusus ini akan dibubarkan. Oleh
karena itu kalian akan digenjet dengan sekeras-kerasnya.
Riski :
apa kalian mengerti??!!
Anak-anak :
yaaaa!!
(ibu dian keluar mengambil soal-soal MTK)
Riski :
baiklah, kita mulai latihan spartam ini dengan beberapa soal. (memegang
setumpukan soal diatas meja)
Raida :
untung soal-soal itu tidak terlalu banyak
Riski :
(nyengir) ibu dian!!!
(kemudian ibu dian datang membawa setumpukan soal-soal MTK.
Anak-anak terkejut)*backsound musik MAGIC
Dian :
okeyy anak-anak, kalian akan mendapat 1000 butir soal tiap orangnya. (sambil
membagi soal) (setelah itu beranjak keluar kelas)
(anak-anak betul betul kaget)
Riski :
ibu dian. Knpa kau tak ikut sebagai dukungan moral?
Anak-anak :
hooohhaahaaaa!! Okeeyy!! Baguss !! (sorak-sorai)
(anak-anak mengerjakan, pak riski muter-muter kelas sambil
bentak-benatak kalo ada yang salah isi)
Riski :
(jerry) tulisan jelek!! Rapikan tulisamu!!
Act 10
Ibu dian memasuki kelas
Dian :
bagaimana dengan latihan spartam?
Anak-anak :
owhh,, mengerikan- .........
Dian :
untuk pelajaran bahasa inggris kelas 3, biar menghafalnya jadi lebih mudah.
Maka kita buat pohon ingatan.
Jerry :
pohon ingatan??
Anggia :
aa!! Aku tau!! Itu sejenis mind map. Ohh, ibu. Knpa gak dari dulu kita
kepikiran tentang itu?
Aulia :
waahh, oke. Kita buat satu orang satu bab, setelah itu kita tukeran. gimana?
Ayu :
setuju!!
Raida : Caranya?
Anak-anak :
hahahhaaaa....
(kemudian anak-anak salaing membantu membuat pohon
ingatannya masing-masing) *backsound musik *the day we fall in love
Act 9
Ujian semester akhir pun diadakan. Namun nilai anak-anak
masih belum mendapat nilai sempurna. Tekanan-tekanan dari sang guru matematika
membuat anak-anak menyerah.
Riski :
apa karena nilai semester akhir kalian sangat buruk kalian menjadi sangat malas
begini?
(anak-anak tegang bercampur lelah
Aulia : kami hanya kecewa. Padahal
beberapa bulan belakangan ini kami sudah bersusah payah belajar. Tapi hasilnya
masih saja jelek
Riski :
pikiran kalian dangkal !!! setelah kalian jatuh, apa kalian tidak ingin bangun?
Kalau begitu untuk apa kalian mimpi bersekolah di universitas ternama!!
Raida :
kalau begitu apalagi sekarang?
Ayu :
jangan buat kami semakin jatuh guru,
Riski :
kalian semua harus dihukum!! Kalian harus menghafal rumus-rumus ini sambil
Jalan jongkok bagi yang perempuan, dan kamu jerry, hafalkan ini sambil push
up!!
(dengan setengah hati mereka mengikutinya)
Tiba-tiba ibu dian datang dan merasa simpati terhadap
anak-anaknya, kemudian ia melakukan hal yang sama
Anggia :
ibu tidak perlu melakukannya. Semua salah kami. Tolong ibu jangan menyusahkan
diri ibu.
Dian :
ibu tidak akan berhenti sebelum kalian juga berhenti melakukan ini.
Raida :
kami berjanji tidak akan malas lagi. tolong ibu berhenti melakukan itu.
Aulia :
guru!!! Hentikan ibu dian melakukan ini.
Riski :
jangan banyak bicara!! Hafalkan semuanya!! Baru kalian bisa berhenti dan sadar
dengan apa yang telah kalian lakukan!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar