Act 1
Seluruh siswa/i yang telah terdaftar dalam program kelas
khusus menjalani hari pertama dikelas tersebut. Satu semester kedepan, mereka
akan dibimbing oleh guru-guru andalan untuk menghadapi ujian nasional serta SMBPTN untuk mendapatkan universitas ternama.
Dian : baik anak-anak. Ini adalah
permulaan. Kertakan gigimu dan belajarlah sampai kau pikir kau akan mati. ibu
disini menjadi wali kelas kalian sekaligus mengajrkan bahasa inggris. Kita tak
punya banyak waktu lagi!!
Anak-anak :
BAIK!!!
Dian :
ibu akan berikan jadwal harian, (buat properti tentang waktu belajar,
kebanyakan semua waktu untuk belajar)
Anggia :
kita belajar sampai jam 10 malam? Itu gila!! Dan menginap disekolah selama satu
semester?!!
Aulia :
owhh!! Kita hanya tidur 6 jam??!!
Dian :
yup!! Dikurangi waktu tidur, bersih-bersih, dan makan, kita belajar selama 16
jam perhari.
Raidha :
mati kita!!
Semua siswa/i mengeluh
Act 2
Pelajaran pertama, mereka di perkenalkan oleh seorang guru
MTK
Riski :
untuk perkenalan. Saya akan berikan soal2 kelas 1. Jumlahnya 100, dan dijawab dalam waktu 20 menit!! (mulai menghitung melalui stopwatch)
(Anak anak pada kesusahan belajar, dan mulai dibentak-bentak
oleh riski. Namun nilai mereka masih terus jelek)
Riski :
muka mata kalian baik-baik (mulai menjelaskan terserah deh MTK bab apa)
Jerry :
pak!! Sudah bel!!
Riski :
(menghampiri jerry, lalu menggrtaknya) kenapa kau menghutung-hitung waktu
belajar!! Sebelum kalian menguasai rumus ........ kalian dilarang keluar
kelas!!
Setelah diberi soal guru mengeluh kembali
Riski :
(geleng-geleng)
Aulia :
soal itu terlalu susah. Kami bahkan tidak mengerti arah soal kemana.
Riski :
hey anggia!! Kenapa kamu hanya menjawab soal-soal yang pendek?
Anggia :
saya rasa itu lebih mudah
Riski :
kau salah!! Knpa kalian tidak menganggap soal yang panjang lebih mudah daripada
soal yang pendek?
Ayu :
apa!!??
riski : (riski menulis
dipapan tulis, sebagi perumpamaan) munurut kalian mana yang lebih mudah
diselesaikan?
Raidha : A
Riski :
knpa?
Anggia :
karena lebih mendetail
Ayu :
karena itu lebih mudah mencari solusinya
Riski :
nah betul sekali!! Seperti itu!! Semakin panjang soal, maka semakin banyak
petunjuk untuk menyelesaikan soal tersebut. Menghindari soal-soal panjang
adalah orang bodoh!!
Aulia :
melihatnya saja sudah membuatku malas.
Riski : jangan pernah takut dengan soal
yang panjang!! Oke?
Act 3
Guru bhs inggris datang kekelas, menjelaskan namun anak-anak
terlihat tak berminat.
Dian :
good morning J
Anak-anak : good
morning (malas)
Dian :
open your book pages ..... listen to me carefully oke??
Anak-anak : okee
Dian :
(menjelaskan. Namun anak-anak malah ngantuk dan boring)
Jerry : bu,
berhentilah berbicara!!
Ayu :
(tidur)
Dian :
(tersadar dengan ucapan jerry, langsung tertuju pada ayu) ohh ayu, kamu sakit?
Jerry :
percuma saja ibu menerangkan, kami tak mendengar
Anggia :
jerry!! (melototin jerry, kemudian melihat kea rah bu
dian)
saya mendengarkan kok bu. Jangan diambil hati perkataan jerry
Aulia :
kami lelah bu, 200 soal MTK cukup menguras tenaga.
Raidha :
apa kami akan menghadapi si bapak raya dho itu selama 1 semester? Kami bisa
gilaaa!!
Ayu :
ia lebih menyeramkan dibandingkan dengan soal-soal MTK yg ia beri
Dian :
jangan berlebihan. Ini baru permulaan dari sekian banyak tantangan kedepannya.
Kuncinya Cuma satu, FOKUS. Pertama, jangan pernah malas. Kedua, kerjakan soal
yang serupa berulang-ulang sampai kalian bosan. Ketiga, terus menghapal sampai
kalian tertidur. Lama-lama kalian akan terbiasa.
(Anak-anak semua pada langsung tepar ditempat)
Act 5
Keesokan harinya mereka diajak bermain oleh guru MTK
Riski :
apa-apaan kalian, masih pagi sudah malas!! Hari ini saya tidak akan memberikan
setumpukan soal. Melainkan bermain.
Aulia :
bermain? (antusias)
Riski : cepat atur mejanya seperti meja
tenis
Riski :
bayangkan saja kita suma sedang bermain tenis. Lemparkan pertanyaan, lalu
tangkap dan lemparkan lagi kepada orang lain. Lakukan seperti ini, ( menirukan
gaya org main tenis namun tidak pake bola, hanya melemparkan pertanyaan)
(Mula-mula anak-anak tdk mengerti, namun lama-kelamaan mereka
justru menyukai permainan lempar tersebut. (back sound musik gembira)
*butterfly
Setelah permainan selesai mereka tertawa-tawaa dan gembira
dengan matematika)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar